salinglah menemukan

Perempuan, jadilah berani untuk mengarahkan priamu. Bukan berarti sosok ciptaan Tuhan yang dilahirkan kuat itu tidak pernah melemah dan kehilangan arah.

Perempuan, saat priamu menolak untuk menyerahkan kemudi, berdirilah di sampingnya, bukan tanpa pamrih. Ingatkan ada karang di sebelah kanan dan kiri yang mungkin tidak terlihat, ingatkan tentang arah angin yang tidak sepaham. Jadilah manusia yang menurutnya paling mengganggu, asal tak karam kapal kalian. Tidak selamanya seorang manusia selalu benar, tidak selamanya pula seorang manusia selalu salah.

Perempuan, saat priamu kesakitan dan terpukul mundur, jangan biarkan mereka tahu kalau kalian paham itu. Kalian paham segala kesakitan, atas kegagalan yang dialaminya, tapi jangan pernah mencoba maju dan membenahi sayapnya karena kau bisa tertampar egonya.
Diamlah, amati, pelajari bagaimana cara menjaganya dari kejauhan agar dia tak terjatuh lagi.

Perempuan, mungkin suatu saat nanti kau lupa mengatakan padanya bahwa kau mencintainya dan berulang kali priamu menagihnya. Kemudian dia berdalih bahwa semua rasamu padanya tak lagi sama. Biarkan saja.
Tetaplah setia menanti saat malam tiba dan dengan kekhawatiranmu menunggunya mencapai pintu. Tetaplah ada saat kejatuhannya, dan kadang keberadaanmu terlupakan saat ia menginjak kesuksesannya. Tetaplah ada di tempat yang sama, saat priamu pergi terbutakan dunia dengan kebahagiaannya sendiri.
Itulah pernyataan cinta paling gaduh yang tersembunyi.

Perempuan, biarkanlah priamu menikmati kejayaannya, keberhasilannya, meninggalkanmu di rumah untuk berdandan tanpa henti, karena kau sendiri tidak akan pernah merasa tampil cukup baik baginya. Saat dia menepuk dada, kau tahu siapa yang menjaganya, siapa yang mendoakannya, siapa yang menghitung berapa kali dia terjatuh dan berapa kali dia hendak menyerah.

Perempuan, saat nanti kau cukup beruntung, tiba-tiba saja, priamu akan datang. Tidak dengan ucapan terima kasih, tidak dengan ucapan cinta bertubi-tubi, tidak dengan karangan bunga, tidak dengan barang-barang idaman yang kau ceritakan sampai berbusa-busa. Saat dia datang, berbahagialah, karena dia tahu kemana harus pulang. Tempat ternyaman yang tak akan pernah cukup terceritakan, tapi ada. Hanya kepadamu dia pulang.

Perempuan, saat dia mencapaimu, kesampingkan segala keluhmu. Cukup sudah dia bergelut dengan dunianya. Telan saja. Berbahagialah, karena ternyata masih ada tempat yang cukup nyaman untuk kalian berdua.

Perempuan, saya percaya dunia ini dipenuhi dengan pria yang kurang lebih sama. Pria yang tesebar dalam tiap sudut cerita saya. Tapi apakah kalian masih ada? Perempuan dengan pengabdian tak berujung. Sama. Sayapun ragu.🙂

Kalian perempuan dan pria dalam cerita, semoga segera saling menemukan.🙂

12 September 2013

20130912-184010.jpg

Tinggalkan komentar

Filed under fiksi, random

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s