Mencintai kamu itu otodidak

Cinta itu otodidak.
Banyak yang berteori cinta itu ini, cinta itu begitu, bahkan saya pernah berteori bahwa cinta itu membebaskan. Saat kita mencintai sesuatu atau seseorang, tidak ada rasa yang lebih istimewa saat melihat yang kita cinta melenggang bebas dan bahagia, dengan atau tanpa keberadaan kita (atau saya).πŸ™‚

Sekarang, di sini. Duduk di depan orang yang setidaknya hampir setahun terakhir menjadi salah satu manusia prioritas utama saya, seolah mendapat pencerahan, bahwa mencintai itu otodidak. Tidak ada yang dapat mengajari dengan sempurna bagaimana seharusnya mencintai atau dicintai. Semua hanya masalah persepsi. Betul kan?

Saat kita merasa sudah memberikan semaksimal yang kita mampu, eh yang bersangkutan sering merasa tidak cukup dan pura-pura tidak tahu. Familiar?πŸ™‚

Tapi jangan salah, sering kali kita merasakan juga posisi di atas angin yang angkat dagu untuk segala perhatian yang sudah dicurahkan secara berlebihan. Kita menganggap itu biasa saja, padahal si empunya rasa sayang sudah setengah mati mengupayakan. Sekali lagi, cinta itu relatif. Pun, pengorbanan.

Saya mencintai kamu dengan sendirinya. Tanpa alasan, tanpa kenapa. Saya mencintai kamu dengan bebasnya, belajar sendiri, dengan atau tanpa campur tangan kamu, rasa ini meng-hebat luar biasa. Ini cinta yang saya pelajari dengan sendiri.

Seperti naik sepeda, banyak yang mengajarkan bagaimana tidak terjatuh, bagaimana tidak terluka, tapi yang mengayuh tetap saja dua kaki sendiri. Dalam mencintai, tidak ada yang sanggup melindungi hati yang berani dan terlanjur mencintai.

Saya mencintai kamu tanpa sempat berpamrih dan mengharapkan uluran tangan kembali. Saya mencintai seluruh bagian hidupmu tanpa terkecuali. Setiap kepingan masa lalu yang menjadikan kamu, pun akan coba saya cinta itu.

Mencintai dengan otodidak adalah sesempurnanya cara mencinta. Tanpa pernah tahu kapan belajar, tiba-tiba sudah ada di dalamnya. Kemudian terlibat dalam ketidaksengajaan yang indah. Saya tidak keberatan untuk terus belajar, mungkin tanpa sempat tahu bagaimana hasil akhirnya.

Jakarta, 7 Maret 2013.
Bagian mana yang belum kamu mengerti dalam “Aku mencintai sepenuhnya kamu?”.
PS. cepat sembuh ya..πŸ™‚

20130307-114455.jpg

3 Komentar

Filed under R, random

3 responses to “Mencintai kamu itu otodidak

  1. Wah pembahasannya ringat tapi dalem banget nich:-)
    Salam yo mbakπŸ™‚
    yy

  2. typo:-)
    maksudnya *ringan*

  3. Cepat sembuh buat yg dcintai..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s