Relatif

 

 
 

Waktu itu relatif.

Ya, lama atau sebentar sangat relatif.
Kadang suatu kebodohan atau dosa akan tersimpan rapi dalam waktu yang lama, sampai akhirnya dalam waktu yang tak terduga akan muncul 2 pilihan.
 
Tersingkap nyata dengan brutal, atau justru menguap begitu saja.
 
Kita tidak akan pernah tahu pilihan yang mana yang akan diambil, sampai akhirnya terlewat begitu saja.
Kita hanya bisa menyaksikan, saat takdir merenggut paksa pilihan kita dan menjadikan kita satu-satunya saksi mata di dalamnya.
 
Tanpa ada yang perlu repot-repot meminta persetujuan.
 
Yang coba saya sampaikan, kita tidak sepenuhnya memiliki kendali dari pilihan-pilihan yang sudah dihantarkan dengan manis sampai di depan muka.
 
Baiklah, pilihan tersebut terpapar, tapi tidak dengan suka rela mau dipilih dan dijalankan.
 
Berbahagialah, saat masih punya keistimewaan untuk memiliki pilihan.
 
Jakarta, 20 Oktober 2012
Lebih baik salah pilih, daripada tidak punya pilihan bukan?  :)
 

1 Komentar

Filed under Uncategorized

One response to “Relatif

  1. Bagaimana dengan yang dipilih salah pilih itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s