Dialog Rancu

“Mau apa kamu?”

“Kamu.”

“Kalau mau aku, kenapa ada dia?”

“Karena dia butuh aku.”

“Aku butuh kamu.”

“Tapi nggak sebesar kebutuhan dia.”

“Persetan dengan kebutuhan dia.”

“Jangan bilang seperti itu.”

“Tinggalkan dia.”

“Tidak bisa.”

“Tidak bisa atau tidak mau?”

“Tidak sanggup.”

“Jangan berputar!”

“Aku hanya menjawab pertanyaanmu.”

“Seharusnya hanya ada aku dan kamu, sesederhana itu.”

“Itu sudah pernah terjadi, dulu.”

“Buat itu terjadi lagi. Sanggupkan hatimu!”

“Aku…..bantu aku.”

“Jadi sebetulnya, apa mau kamu?”

Kamu.”

 

dan, mereka berdua kembali berputar dalam lingkaran yang sama.

 

 

Jakarta, 19 Mei 2012

Kepada semua, semoga dialog ini membantu membuka jalan untuk mematikan ketidakpastian.🙂

2 Komentar

Filed under fiksi, random

2 responses to “Dialog Rancu

  1. Fajar Bayu Wibowo

    Is this called inner circle???

  2. Inner circle is way beyond than this.. Once you’re in it, you’ll know how it feels like..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s