Merayu Bintang

Sini kamu, jangan pura-pura tak mendengar,

Aku tahu kamu di situ,kamu terlihat jelas, nyata, berjarak satu sentuhan saja.

Mengendap-endap antara senja dan malam, tiba-tiba kamu ada.

Kemudian kamu mendadak pergi di saat aku lelap karena terlalu lelah bercerita.

 

Aku itu rindu.

Meskipun hanya berselang siang kita tidak saling bertemu.

Tapi itu kan salahmu,

Salahmu hanya di malam hari tatapan kita bisa beradu.

 

Ah, kamu…

Masih saja disitu berdiam diri dan mengerjap nanar.

Kamu tahu kan, kamu itu itu lebih dari sekedar sinar.

Meskipun konon kamu ada untuk semesta,

entah bagaimana caranya yang memiliki mu nanti harus aku saja.

 

Mentari menghela nafas dan tertunduk lesu. Menahun dia mencoba merayu bintang untuk turun dan menemaninya. Mungkin bukan malam ini. Ya, mungkin bukan malam ini. Mentari menarik selimut dan berjanji akan mencoba peruntungannya; saat besok malam datang lagi.

 

Jakarta, 2 Januari 2012

1 Komentar

Filed under fiksi, G30HM

One response to “Merayu Bintang

  1. Seruu nih… Ceritanya bersambung yah esok malam lagi.. kasih tau donk apakah matahari akan berhasil atau tidak merayu bintang nantinya?, hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s